BEDAH TAKTIK
Analisis Taktik Amphibious Raid Korps Marinir dalam Latihan Amfibi Berskala Besar
25 Juli 2026
8 views
Latihan amphibious raid Korps Marinir menerapkan taktik terintegrasi antara serangan laut dan udara. Fase pertama adalah Naval Bombardment, di mana kapal perang melakukan softening up terhadap pertahanan pantai musuh dengan tembakan meriam yang dikoreksi oleh Naval Gunfire Spotter Team yang telah infiltrasi lebih dulu. Selanjutnya, Landing Craft Utility (LCU) dan Landing Vehicle Tracked (LVT) meluncur dari dok kapal induk menuju garis pantai dalam formasi wave.
Saat kendaraan amphibi mendekati pantai, unsur heliborne (dari helikopter serang dan transport) melakukan vertical envelopment dengan mendaratkan pasukan di flanks dan belakang posisi musuh. Tim dari helikopter langsung membentuk blocking position untuk mencegah musuh mundur atau mendapat bala bantuan. Pasukan dari LVT kemudian melakukan assault dari depan, menciptakan efek penjepit (hammer and anvil).
Setelah beachhead terbentuk, prosedur establishing a lodgment dijalankan. Unsur combat engineer membersihkan rintangan dan ranjau, sementara pasukan membangun perimeter defensif dan mengamankan titik-titik kunci. Unsur logistik segera mendaratkan supplies dan equipment melalui Landing Ship Tank (LST). Komunikasi antara unsur di pantai, kapal induk, dan unsur udara dijaga via tactical data link untuk koordinasi tembakan dan permintaan bantuan udara (CAS) bila diperlukan.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Korps Marinir