Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
PERALATAN

Bedah Teknis Penggunaan Medium Altitude Long Endurance (MALE) UAV Elang Hitam untuk ISR dan Target Acquisition

Bedah Teknis Penggunaan Medium Altitude Long Endurance (MALE) UAV Elang Hitam untuk ISR dan Target Acquisition
UAV Elang Hitam, produk dalam negeri PT Dirgantara Indonesia yang dioperasikan TNI, digunakan dalam latihan ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) terintegrasi di wilayah Jawa Barat, 26 April 2026. Prosedur operasional dibedah secara teknis. Fase pre-flight: mission plan dibuat di ground control station (GCS). Operator memasukkan waypoint, altitude (15.000 kaki), dan sensor profile. UAV dilengkapi EO/IR (Electro-Optical/Infrared) camera dan SAR (Synthetic Aperture Radar). Untuk mission ini, sensor utama adalah EO/IR dengan mode continuous scan. Fase execution: UAV lepas landas dari runway dan mencapai orbit area di atas target area. UAV melakukan loiter dalam pola oval (race track pattern) dengan radius 5 km. Sensor EO/IR diarahkan ke Area of Interest (AOI). Operator di GCS dapat mengontrol gimbal camera untuk zoom, pan, dan tilt. Untuk target acquisition, operator menggunakan feature 'spot track' untuk mengunci objek bergerak (seperti konvoi kendaraan). Koordinat target kemudian dihitung secara otomatis oleh sistem dan dikirim ke striker asset (helicopter atau artillery) dalam format digital message via datalink. Fase data exploitation: video feed dari UAV direkam dan dianalisis secara real-time oleh intelligence analyst di GCS. Mereka menggunakan tool seperti change detection (membandingkan imagery dari waktu berbeda) dan pattern of life analysis untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan. UAV Elang Hitam memiliki endurance 30 jam, memungkinkan persistent surveillance. Dalam latihan ini, UAV juga menguji kemampuan relay communication: berfungsi sebagai communication node untuk pasukan di ground yang berada di beyond line-of-sight area dengan menggunakan radio yang terintegrasi pada UAV. Poin teknis yang ditekankan adalah pentingnya latency management dalam sensor-to-shooter loop dan prosedur handover control antara GCS utama dan GCS mobile.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, TNI
Lokasi: Jawa Barat