DOKTRIN
Evaluasi Doktrin Tempur Hutan Kodam XVII/Cenderawasih: Teknik Patroli dan Ambush dalam Konflik Asimetris
26 April 2026
Jayapura
6 views
Kodam XVII/Cenderawasih melakukan evaluasi dan penyegaran doktrin tempur hutan (jungle warfare doctrine) bagi pasukan infanteri di Markas Kodam, Jayapura, 26 April 2026. Doktrin patroli hutan dirinci dalam beberapa fase. Fase persiapan: tim patroli (biasanya squad size) melakukan map study dan intelligence preparation of the battlefield (IPB). Mereka mengidentifikasi water sources, contour lines, dan possible ambush site. Equipment check meliputi compass, GPS, wire saw, dan personal camouflage.
Fase pergerakan: patroli bergerak menggunakan teknik traveling (for movement to contact). Formasi yang digunakan adalah single file dengan interval 10 meter antara personel. Point man di depan, diikuti oleh komandan patroli, kemudian anggota lainnya, dengan tail gunner di belakang. Teknik yang diajarkan adalah 'move, stop, listen, observe': bergerak 50 meter, berhenti, mendengarkan suara sekitar selama 2 menit, mengobservasi, lalu bergerak lagi. Untuk crossing linear danger area seperti sungai atau jalan, patroli menggunakan teknik 'pepper potting': setengah tim mengamankan area terlebih dahulu, lalu setengah lainnya menyeberang.
Fase tindakan saat kontak (ambush): jika patroli terkena ambush, doktrin menetapkan immediate action drill (IAD). Langkah pertama adalah 'react to contact': personel di depan segera membalas tembakan ke arah sumber tembakan untuk memberikan suppressing fire. Personel lainnya segera mengambil cover dan mengidentifikasi flank musuh. Langkah kedua adalah 'maneuver': satu fire team melakukan flanking maneuver ke sisi kiri atau kanan musuh sambil tetap dilindungi base of fire dari team lainnya. Langkah ketiga adalah 'break contact': jika diperlukan, patroli melakukan break contact dengan menggunakan smoke grenade sebagai concealment dan menarik diri secara bounding overwatch ke rally point yang telah ditentukan. Doktrin ini juga menekankan pentingnya media conditioning dan survival skill di lingkungan hutan Papua.