Latihan 'Mekar 2026' yang digelar TNI AU di sektor pertahanan udara Jawa Timur pada 21 Oktober lalu membawa angin segar bagi pengembangan doktrin Network Centric Warfare (NCW). Latihan ini secara khusus mengintegrasikan seluruh platform tempur—dari pesawat tempur hingga radar darat—dalam satu jaringan data taktis yang memungkinkan pertukaran informasi secara real-time tanpa ketergantungan pada komunikasi suara. Fokus utama adalah pengujian sistem Link Y, protokol komunikasi data milik TNI AU yang menjadi tulang punggung berbagi data taktis antar elemen. Langkah awal yang krusial adalah pembentukan datalink antar seluruh elemen untuk menciptakan kesadaran situasional bersama (shared situational awareness) yang instan.
Tahap 1: Membangun Jaringan Data dan Berbagi Citra Radar
Prosedur dimulai dengan aktivasi Link Y pada setiap pesawat tempur dan stasiun radar darat. Setelah tautan terbentuk, setiap platform menerima data target secara simultan dari radar darat dan pesawat lain. Keunggulan utama adalah kemampuan saling berbagi citra radar tanpa perlu komunikasi suara. Pilot pesawat tempur dapat melihat apa yang dilihat oleh radar darat dan sebaliknya, seolah-olah mereka memiliki 'mata yang sama' di langit. Tahapan ini sangat krusial karena menghilangkan waktu tunda dalam penyampaian informasi dan meminimalkan kesalahan interpretasi verbal yang sering terjadi pada komunikasi radio suara.
- Platform yang terlibat: 12 pesawat tempur dari berbagai tipe (F-16, Su-30, T-50i, Hawk 100/200) dan satu pesawat tanker KS-2 untuk pengisian bahan bakar udara.
- Perangkat pendukung: Radar darat ARTHUR dan radar udara pada pesawat AWACS yang disimulasikan.
- Protokol Link Y: Menggunakan frekuensi data terenkripsi dengan bandwidth tinggi, memungkinkan transfer data target dan citra radar dalam hitungan detik.
Tahap 2: Perencanaan Serangan Terkoordinasi dan Pembagian Zona Tembak
Setelah jaringan data stabil, skenario memasuki tahap coordinated strike planning. Komando pusat di BKO (Badan Kendali Operasi) Lanud Iswahjudi mulai membagi Weapons Engagement Zone (WEZ) bagi setiap flight secara real-time. Setiap flight diterbangkan dengan jalur dan sektor tembak yang telah ditentukan, saling melengkapi tanpa overlap. Pembagian ini dilakukan menggunakan peta digital yang terintegrasi dengan data Link Y, sehingga pilot langsung mendapat pembaruan zona tembak di layar kokpit tanpa harus menunggu instruksi verbal. Latihan ini juga menyertakan pengisian bahan bakar udara dari pesawat tanker KS-2 di titik tertentu untuk memperpanjang durasi patroli dan meningkatkan fleksibilitas taktis.
- Komando pusat membagi WEZ secara real-time menggunakan peta digital yang terintegrasi dengan data Link Y.
- Pilot langsung menerima pembaruan zona tembak di layar kokpit tanpa memerlukan instruksi verbal.
- Pengisian bahan bakar udara oleh KS-2 memperpanjang durasi patroli, memberikan fleksibilitas taktis lebih besar.
Pelajaran taktis yang bisa dipetik dari Latihan Mekar 2026 adalah bahwa integrasi teknologi Network Centric Warfare bukan sekadar soal memiliki perangkat canggih, melainkan bagaimana menyelaraskan prosedur operasi standar (POS) antar platform dan personel. TNI AU telah membuktikan bahwa dengan jaringan data yang handal seperti Link Y, pertukaran informasi real-time dapat mengubah dinamika pertempuran udara modern—menghilangkan kebisingan komunikasi suara dan mempercepat siklus pengambilan keputusan. Latihan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan doktrin NCW di Indonesia.